Kediri – Pemerintah Kota Kediri mendorong pengembangan city tourism atau wisata perkotaan dengan mengangkat potensi sejarah dan kawasan heritage.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui kegiatan Kediri Walking Heritage untuk mengenalkan jejak sejarah, bangunan bersejarah, serta identitas Kota Kediri kepada masyarakat dan wisatawan, Sabtu (24/10).
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian daerah, khususnya melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, kawasan bersejarah bukan sekadar bangunan lama, melainkan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Heritage ini sebenarnya potensi, bukan hanya sekadar bangunan lama, tetapi potensi yang bisa menjadi daya tarik wisata,” kata Vinanda.
Menurutnya, melalui kegiatan walking heritage, peserta dapat mengenal cerita sejarah di setiap sudut jalan yang dilalui. Penjelasan mengenai sejarah kawasan tersebut disampaikan oleh komunitas pelestari sejarah dan budaya, sehingga peserta dapat memahami lebih jauh perkembangan serta identitas Kota Kediri.
Vinanda menambahkan, sejumlah kawasan di Kota Kediri telah direvitalisasi dan dipercantik oleh pemerintah daerah. Ke depan, ia berharap pengembangan kawasan tersebut dapat diikuti dengan kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus menjaga kelestarian bangunan dan kawasan bersejarah.
“Sejarah ini sangat penting, bukan hanya untuk dikenang, tetapi melalui sejarah kita bisa belajar agar bisa mewujudkan masa depan yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan Kediri Walking Heritage dapat membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif. Dengan demikian, potensi sejarah dan budaya tidak hanya menjadi identitas kota, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Ismirani Saputri menilai kegiatan tersebut dapat mendukung pengembangan program ekonomi kreatif di Kota Kediri. Menurutnya, keterlibatan komunitas kreatif dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki daerah.
Ia menyebut, berbagai kegiatan kreatif seperti fotografi dan pembuatan konten dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan kawasan bersejarah. Di sisi lain, UMKM juga diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan usahanya.
“Yang kita lakukan pada hari ini, mulai dari teman-teman fotografi membuat konten, kemudian seluruh UMKM bisa ikut berkolaborasi. Mudah-mudahan kegiatan hari ini bermanfaat untuk program ekonomi kreatif ke depan,” ujar Ismirani.
Ia berharap pengembangan wisata berbasis sejarah dapat menjadi salah satu magnet bagi wisatawan lokal maupun pengunjung dari daerah sekitar untuk kembali datang ke Kota Kediri.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, OJK, komunitas pelestari sejarah dan budaya, serta pelaku ekonomi kreatif, pengembangan city tourism diharapkan mampu menghubungkan pelestarian sejarah dengan pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan begitu, kawasan heritage tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang masa lalu, tetapi juga memiliki nilai tambah sebagai destinasi wisata yang mendukung perkembangan Kota Kediri.
“Mari jaga sejarah, kembangkan potensi baru, agar Kediri semakin mapan dan lestari,” pungkasnya.
